Bermukim dikantung utara Desa Wisata Malasari bersama komunitas Wisata Ramah

Hari Pariwisata Dunia dalam perspektif sejarah
October 8, 2018
Menyingkap misteri gunung para petapa dan adat penduduk Desa wisata kiarasari
October 13, 2018

Bermukim dikantung utara Desa Wisata Malasari bersama komunitas Wisata Ramah

Dua kali elang menjabangi kami di kampung Malasari dan di sepanjang perjalanan menuju enclave Ciwalen pada pagi hari menjelang siang, terbang pada ketingian 20-30 meter, tepat diatas 15 pasangan mata yang memandang anggunnya keyapan-keyapan sayap yang seolah sedang membelah angkasa raya, melintas batas di terasering 1001 undak dan hutan pegunungan Halimun sebelah barat kabupaten Bogor, lalu menghilang di rimbunnya pepohonan, entah kemana…

Bukan sebatas elang sebagai suguhan dunia fauna yang di hadirkan oleh di Desa Wisata Malasari ketika sahabat Komunitas Wisata Ramah berpetualang ke kampung enclave Ciwalen Desa Wisata Malasari, suguhan budaya, kreatif masyarakat, lansekap alam yang begitu anggun mempesona, dan suguhan kearifan lokal menjadi warna yang unik sepanjang 2 hari 1 malam dalam journey, inilah kisahnya di enclave Ciwalen…

Malam tanpa gemerlap lampu kota di Kampung Ciwalen

nini hydro pembangkit listrik kampung wisata ciwalen
Pembangkit listrik kampung wisata ciwalen

Ciwalen, merupakan sebuah kampung enclave (kantung) tanpa tersentuh oleh kabel-kabel listrik negara (PLN) sebagai penghias gelapnya malam. Bola lampu karya Thomas Alva Edison yang sebentar menyala dan terkadang meredup itu di aliri dari turbin tua yang berputar di ujung sungai, berputar tergantung debit arus air yang mengalir. Ciwalen tanpa kemeriahan dunia yang terpanpang dalam perangkat-perangkat modern keluaran China, Jepang, Korea dls. Ciwalen hanyalah sebuah kampung sederhana dilingkar hutan Halimun dengan perilaku warga yang sebagian besar adalah petani sawah dan kebun yang terkadang melancong ke hutan untuk mencari tanaman sebagai pelangkap kebutuhan rumah tangga.

Arsitektur rumah bergaya sunda dengan dapur yang sangat luas dengan papan sebagai penyekat diantara ruang juga sebagai lantai, berjejer dengan rapi, memberi kesan unik. Keramahan sang tuan rumah disuatu malam di sudut dapur itu sepertinya terbentuk dari tempaan alam yang mengitari kampung Ciwalen, keramahan mereka adalah pesona tersendiri bagi kami.

Disuatu malam disudut dapur “Jika ada sekeluarga penduduk kota bermukim sebentar saja di sini, mungkin mereka hanya akan berbincang didapur dalam kebersamaan sambil menikmati bakar singkong dan bergelas-gelas teh gilas” ucap pak Ketum (sebutan pada Hamdan Yuafi yang menjabat sebagai ketua Desa Wisata Malasari), Firman menimpali “bukankah itu yang diharapkan ketika keluarga berlibur ? mengisi ruang-ruang hati dalam kualitas kebersamaan tanpa”.  Dimalam ini kami banyak berbicang tentang banyak hal di dapur milik keluarga kang Ismat di kampung Ciwalen. Senyap nya alam bertabur bintang dan bulan mendekati purnama adalah kemeriahan kami disuatu malam di enclave Ciwalen.

Disuatu pagi menjelang siang di kampung Ciwalen. Setelah menikmati kopi panas dan goreng pisang yang disajikan umi pemilik rumah, bergegas kami berjalan disepanjang pematang sawah dengan beberapa sahabat wisata ramah yang baru tiba, tiga orang perempuan dan seorang laki-laki yang sepertinya satu diantara mereka tak begitu paham bahasa Indonesia, kedatangan nya hanya untuk melihat kincir penghasil listrik yang sudah mulai menua dimakan zaman. Bagi mereka atau sebagian kelompok masyarakat kota, mungkin kincir tua itu unik dan memiliki daya magnetnya sendiri. heem…kincir tua, anggunnya lansekap alam atau pesona keramah tamahan keluarga kang Ismat yang menjadi daya tarik kunjungan wisatawan ke Kampung Ciwalen, atau ada hal yang lain ? buktikanlah sendiri…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *